Waspada! Dibalik Kelezatan Jamur Enoki Ada Ancaman Penyakit Listeriosis

Jamur Enoki
Ilustrasi Jamur Enoki yang lezat.

Makassar, SULSELSEHAT – Anda pecinta makanan Korea? Pasti tidak asing lagi dengan jamur Enoki, selain rasanya yang lezat, jamur ini juga mudah ditemukan di restoran Korea di seluruh Indonesia.

Jamur enoki adalah jenis jamur yang tumbuh pada musim dingin, tepatnya di dekat pohon berdaun jarum. Tidak hanya tumbuh di pepohonan, banyak petani asal Jepang yang membudidayakan jamur enoki dari pohon yang sudah gugur, seperti plum, maple, dan pohon birch.

Dari sejumlah penelitian ilmiah diketahui ternyata jamur yang biasanya berwarna putih ini mengandung segudang nutrisi yang penting dan membuat masakan Anda lebih bergizi.

Jamur enoki dikenal khasiatnya terhadap kesehatan tubuh manusia karena mengandung antioksidan yang tinggi seperti ergotionineserta mengandung zat gizi dan zat gizi mikro lainnya.

Namun di balik kelezatan jamur enoki, Anda perlu hati-hati karena ternyata jamur ini mengandung bakteri listeria.

Menurut dokter ahli Gizi di Makassar, dr. Nur Ashari, M.Kes, Sp.GK, bakteri listeria menyebabkan penyakit yang disebut Listeriosis.

Listeriosis ini berbahaya bagi kaum rentan, seperti ibu hamil, bayi – anak-anak, orang tua serta yang memiliki penyakit komorbid atau penyakit bawaan

“Bakteri listeria jika dikonsumsi oleh anak-anak dan bayi apalagi memiliki penyakit bawaan akan sangat rentan terkena penyakit Listeriosis,” ujarnya kepada Sulselsehat.com, Senin (29/06/2020).

Untuk diketahui, penyakit listeria adalah infeksi yang disebabkan makan makanan yang terkontaminasi bakteri Listeria monocytogenes.

Penyakit dengan nama lain listeriosis ini bisa merenggut nyawa pada orang dengan kondisi daya tahan tubuh lemah dan manula.

Nur Ahsari lebih lanjut menjelaskan bahwa bakteri listeria pada jamur enorki sangat sulit dideteksi dengan cara biasa tetapi harus diteliti lewat laboratorium karena sifat bakteri ini tahan terhadap dingin hingga 4 derajat celcius.

“Bakteri listeri pada jamur enoki sulit dideteksi dengan cara biasa, tentunya harus melalui laboratorium. Bakteri ini tahan dingin, hingga 4 derajat celsius, artinya makanan kita yang kita simpan di kulkas dapat terkontaminasi silang oleh bakteri yang terikut di salah satu bahan makanan yang kita simpan di kulkas,” jelasnya.

Untuk mencegah bakteri listeria ini, lanjutnya, semua bahan makanan harus dicuci bersih dulu sebelum di masukkan ke kulkas, dan jika memungkinkan diberikan wadah khusus sehingga tidak tercampur dengan bahan makanan lainnya.

“Pisahkan jamur enoki dengan makanan lainnya jika ingin dimasukkan ke dalam lemari pendingin, selain itu, jamur enoki juga harus dicuci sebelum dikonsumsi,” lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa bakteri listeria akan mati pada pemanasan diatas 80 derajat celcius tapi persoalan yang timbul zat-zat gizi dan antioksidannya akan berkurang, tidak optimal lagi.

“Sebaliknya bakteri ini dapat mati pada pemanasan suhu diatas 80 derajat celsius, maka jika memasak makanan harus sampai mendidih (100 derajat celsius), persoalan yang timbul adalah, ketika kita memanaskan jamur enoki hingga 100 derajat celsius, tentulah sebagian zat gizi dan antioksidannya akan berkurang, tidak optimal lagi,” pungkasnya.

Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.

INFORMASI TERKAIT