Bahas Penyakit Leishmaniasis, Farmasi Unhas Gelar Webinar Bersama The University of Oxford

Leishmaniasis
Kerusakan pada kulit (skin ulcer) akibat penyakit Leishmaniasis. (Foto: Wikipedia)

Makassar, SULSELSEHAT – Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddim (UNHAS) menggelar webinar internasional bekerjasama dengan Departement of Biochemistry, The University of Oxford.

 

Dalam webinar seri ketiga dengan tema “Trypanosomatid Parasites and Insect Immunity” dibahas mengenai proses inang dan parasit dalam lalat buah.

JANGAN LEWATKAN :

Pemateri dari University of Oxford, Prof. Petros Ligoxygakis menggunakan organisme model Drosophila melanogaster untuk mempelajari parasit Trypanosomatid yang dapat menginfeksi inangnya dan apa yang terlihat pada inang ketika infeksi terjadi.

BACA:  Studi Farmakogenomik dalam Penggunaan Obat Jadi Pembahasan Webinar Farmasi Unhas

“Dengan mempelajari hal tersebut pada serangga model lalat buah (Drosophila melanogaster), kita dapat mengetahui informasi mengenai serangga bernama Sand fly (Phlebotomus papatasi) yang berinteraksi dengan Leishmania major. Leishmania major ini adalah parasit yang dapat menyebabkan penyakit Leishmaniasis pada manusia,” jelasnya, Selasa (23/06/2020).

Untuk diketahui, Leishmaniasis atau Kala Azar adalah penyakit parasit yang disebabkan oleh parasit Leishmania. Parasit ini biasanya berkembang biak di dalam lalat Phlebotomus (agas), serangga kecil yang terdapat di perairan seperti tepi laut dan sungai.

Leishmaniasis dapat terjadi pada manusia jika digigit oleh lalat yang sudah terinfeksi parasit Leishmania. Selain banyak terdapat di daerah yang beriklim subtropis dan tropis, penyakit ini juga cenderung ditemukan di daerah terpencil.

BACA:  Unhas Kembali Lahirkan122 Apoteker Baru, Diharapkan Berkontribusi Bagi Kesehatan Masyarakat

Ada 3 jenis penyakit leishmaniasis jika dilihat dari parasit dan lokasi penyebarannya, yaitu:

1. Visceral leishmaniasis

Jenis yang satu ini sangat berbahaya jika tidak segera diobati. Biasanya ditandai dengan demam tinggi, penurunan berat badan secara drastis, limpa dan hati membesar, dan anemia.

2. Cutaneous leishmaniasis

Jenis yang paling sering muncul dan menyebabkan luka pada kulit seperti bisul pada bagian tubuh yang mudah terlihat. Luka ini meninggalkan bekas, hingga menyebabkan cacat kulit yang serius.

3. Mucocutaneous leishmaniasis

Sementara, mucocutaneous leishmaniasis adalah penyakit yang paling jarang muncul di antara yang lain. Penyakit infeksi ini dapat menyebabkan kerusakan pada selaput lendir yang terdapat pada hidung, mulut, dan tenggorokan.

BACA:  Viral Unair Temukan Obat Covid-19, Peneliti Farmasi Unhas: Belum Ada Obat Paten Untuk Virus Corona!

Ketua Panitia Pelaksana, Firzan Nainu mengatakan bahwa webinar Internasional tersebut merupakan bentuk dukungan Fakultas Farmasi untuk Unhas menuju World Class University.

“Kita ingin menjadikan kegiatan seperti ini sebagai sarana pengembangan wawasan keilmuan sekaligus memperkenalkan peneliti-peneliti dunia beserta riset yang mereka lakukan kepada civitas akademika Farmasi Unhas dan institusi lainnya,” ujarnya.

Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.

INFORMASI TERKAIT