Sehari, RS Wahidin Sudirohusodo Butuh 300 APD untuk Penanganan Pasien Covid-19

Pandemi COVID-19
Tenaga kesehatan saat mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) sebelum melakukan penanganan kepada pasein Covid-19 (Foto: Pasardana.id)

Makassar, SULSELSEHAT — Dalam memberikan perawatan maksimal bagi pasien virus corona atau Covid-19 dibutuhkan alat pelindung diri (APD) yang lengkap. Hal ini juga dinilai dapat menurunkan resiko penularan dari pasien kepada tenaga kesehatan.

 

Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang RSUP Wahidin Sudirohusodo Prof dr. Mansyur Arif mengakui, kebutuhan APD menjadi perlengkapan paling penting dalam penanganan pasien Covid-19. Di wilayah kerjanya sendiri tenaga kesehatan membutuh sekitar 300 APD setiap harinya.

JANGAN LEWATKAN :

“Kebutuhan APD lengkap di area khusus pasein Covid-19 yaitu 250 hingga 300 perhari. Belum termasuk di luar area khusus pasien Covid-19, bisa hingga 500 APD-lah,” katanya, Kamis (2/7).

BACA:  Kabar Baik, 10 Warga Sinjai Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Dengan jumlah yang tak kecil tersebut, tenaga kesehatan RSUP Wahidin Sudirohusodo masih sangat membutuhkan APD, terutama APD sesuai standar penanganan.

“Kalau kebutuhan APD memadai yang sesuai standar penanganan kita masih butuh. Jika dibilang cukup kita masih sangat butuh,” terangnya.

Hanya saja pihak rumah sakit berupaya memanfaatkan dengan maksimal APD yang ada.

“Tetapi bagaimana kita atur sebisa mungkin sehingga tenaga kesehatan yang betul-betul bekerja di area yang melayani Covid-19 secara langsung bisa terlayani dengan aman. Kita berupaya semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan APD para nakes kami,” tegas dr. Mansyur.

Sebelumnya, sebanyak 75 tenaga kesehatan positif terpapar Covid-19 setelah melakukan penanganan kepada pasien.

BACA:  Kembali Naik, Hari Ini Sulsel Catat 117 Kasus Baru Covid-19

Ia mengakui, menangani pasein Covid-19 memang memiliki resiko tertular yang sangat tinggi. Itulah mengapa diperlukan alat perlindungan diri (APD) yang lengkap saat melakukan perawatan kepada pasein.

Selain itu menurut dr. Mansyur, tenaga kesehatan yang paling berisiko tertular adalah meraka yang berkerja di luar ruangan perawatan Covid-19.

“Misalnya, pasein yang masuk ke rumah sakit dengan keluhan lain, seperti keluhan darah tinggi atau keluhan bedah yang lain, masukannya seakan-akan murni bukan gelaja Covid-19. Setelah di dalam walaupun sudah lewat screening yang ketat, sampai di dalam mareka baru terpapar. Ini artinya, sebelum diketahui secara laboratirik dia sudah kontak dengan tenaga kesehatan kami, yang APD nya minimal. Akhirnya dia tertularlah,” katanya.

BACA:  Jadi Kelompok Rentan, Ratusan Anak di Sulsel Ikut Terpapar Covid-19

Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.

INFORMASI TERKAIT