KKI Siap Tingkatkan Mutu Praktik Kedokteran Berdaya Saing Global

Ilustrasi layanan kedokteran.
Ilustrasi layanan kedokteran.

Makassar, SULSELSEHAT. COM — Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Konsil Kedokteran Indonesia dalam rangka menyusun kebijakan dan program kerja organisasi.

Salah satu yang dibahas adalah menyusun beberapa kebijakan dalam meningkatkan mutu praktik kedokteran berdaya saing global.

JANGAN LEWATKAN :

Ketua Konsil Kedokteran Indonesia dr. Putu Moda Arsana mengatakan, KKI bersama para pemangku kepentingan di bidang kedokteran, baik ditingkat pusat maupun di tingkat daerah.

Tujuannya untuk bersinergi dengan berbagai pihak, seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Kesehatan dan organisasi profesi serta stakeholder lainnya dalam membangun sumber daya manusia yang sehat guna mendukung pembangunan di sektor kesehatan.

BACA:  Atasi Kisruh Pergantian Anggota KKI, Begini Langkah Menkes Terawan

“Kerjasama dan dukungan berbagai pihak ini sebagai upaya menghasilkan dan meningkatkan mutu tenaga dokter, dokter gigi, dokter spesialis dan dokter gigi spesialis yang profesional, berjiwa pengabdi, pembelajar, dan pejuang,” katanya pada Rakornas KKI, Rabu (11/11/2020).

Rakornas KKI dihadiri kurang lebih 179 peserta antara lain Perwakilan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan di seluruh provinsi, dan Direktur RS Vertikal Kemenkes RI.

Rakornas juga diikuti oleh para ketua organisasi profesi, ketua kolegium dokter dan dokter gigi, anggota konsil, dan Anggota Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia. Para rakornas kali ini berlangsung secara luring dan daring.

dr Putu mengungkapkan, untuk menjawab tantangan dalam pengawasan praktik kedokteran dan menghadapi globalisasi, KKI telah menyusun kebijakan strategi berdasarkan berbagai masukan serta saran dari pemangku kepentingan. Hal ini dilakukan untuk dapat menambah khasanah dalam membuat kebijakan.

BACA:  Rakernas KKI: Dokter dan Dokter Gigi Diminta Manfaatkan Teknologi dalam Pelayanan Kesehatan

“Untuk menjawab tantangan tersebut KKI periode baru ini sedang merancang Renstra Tahun 2020-2025 yang melibatkan internal KKI dan kolaborasi eksternal KKI,” ungkapnya.

Saat ini terdapat empat tantangan pembangunan kesehatan yaitu. Pertama, intervensi spesifik dan sensitif pada stunting.

Kedua, dukungan lintas sektor untuk mengatasi Angka Kematian Ibu (AKI), dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Ketiga, kemudahan akses layanan kesehatan pada Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dan Keempat, mengendalikan harga obat dan alat kesehatan.

Sementara, Menteri Kesehatan RI dr. Terawan Agus Putranto mengatakan, saat ini peningkatan profesionalisme dokter dan dokter gigi dalam menjawab tantangan pembangunan kesehatan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sangatlah penting.

Tantangan pembangunan ini baik secara langsung atau tidak langsung berhubungan dengan pelayanan praktik kedokteran.

BACA:  Atasi Kisruh Pergantian Anggota KKI, Begini Langkah Menkes Terawan

“Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut perlu dilakukan peningkatan profesionalisme dokter dan dokter gigi untuk mewujudkan kesehatan rakyat yang setinggi-tingginya” ujarnya.

Profesi dokter dan dokter gigi merupakan salah satu sektor tenaga kerja yang perlu diperkuat dan dijaga profesionalismenya untuk mendulang manfaat sebesar-besarnya dalam era global dan agar berkontribusi positif dalam SDG’s dan Program Indonesia Sehat.

“Dalam mewujudkan profesionalisme dokter dan dokter gigi dalam menghadapi tantangan pembangunan kesehatan dapat terwujud dengan kolaborasi dan koordinasi antar pemangku kepentingan,” tegas dr. Terawan.

Baca berita terbaru SulselSehat.com langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom.

INFORMASI TERKAIT