Wagub Sulsel Bantu Balita yang Alami Pembengkakan Usus di Pangkep

Rapa Ahmad, Balita Penderita Pembengkakan Usus di Pangkep
Rapa Ahmad (4), Balita Penderita Pembengkakan Usus di Pangkep mendapatkan uluran tangan dari Wagub Sulsel, Rabu (10/06). Foto: Rakyat.News

Pangkep, SULSELSEHAT – Rapa Ahmad (4), balita yang mengalami penyakit pembengkakan usus yang tinggal di Jalan Leangkassi, Kec Minasatene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), mendapatkan bantuan dari Wakil Gubernur Sulawesi Selatan.

 

Dilansir dari Rakyat.News, penyakit yang diderita anak berusia 4 tahun 9 bulan itu mengakibatkan gangguan pada pencernaan, hingga perutnya membesar.

JANGAN LEWATKAN :

Merasa iba, Wagub Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menitipkan bantuanya untuk keluarga Rapa melalui seorang polisi di daerah itu.

“Iye, Alhamdulillah ada bantuan dari Wakil Gubernur Sulawesi Selatan. Kami sangat-sangat bersyukur dan berterima kasih. Selama ini belum pernah dapat bantuan,” tutur Nuraeni, ibu Rapa kepada awak media, Rabu (10/06/2020).

BACA:  Kasus Hervina Yana, Wagub Sulsel: Ibu Hamil Harus Jadi Perhatian Khusus di Tengah Pandemi

Sang ibu juga menceritakan bahwa sejak dari lahir anaknya itu memiliki kelainan. Rapa lahir tahun 2015, dan sejak Rapa lahir, ia dalam kondisi tidak memiliki lubang di anusnya.

“Masih bayi umur enam hari dioperasi, di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo karena tidak memiliki anus,” ungkapnya.

Pihak keluaga juga mengatakan bahwa Rapa sempat dibawa di RSUD Batara Siang Pangkep pada tanggal 5 Juni 2020 lalu.

“Dokter sarankan rujuk ke Makassar, tapi sudah reda pi Covid-19 baru saya bawa ke Makassar,” jelasnya.

Selama pengobatan, Rapa terdaftar sebagai peserta BPJS-PBI yang dibiayai oleh pemerintah. Sebelumnya, keluarga Rapa terdaftar sebagai peserta BPJS mandiri.

“Kondisinya sudah sedikit membaik, sudah mau makan sedikit. Tapi perutnya membesar,” ucapnya.

BACA:  Kasus Hervina Yana, Wagub Sulsel: Ibu Hamil Harus Jadi Perhatian Khusus di Tengah Pandemi

Dalam menjalani kehidupan sehari-harinya, ayah Rapa hanya bekerja sebagai penjual es keliling dengan menggunakan gerobak.

“Untuk penghasilan keluarga tidak tentu. Kadang kalau tidak laku, suami bekerja menanam padi milik orang dan diberi upah Rp 100 ribu,” pungkasnya.

Beliau juga selalu berharap adanya bantuan untuk keluarganya. Ia berharap pemerintah bisa memperhatikan keluarganya dan mendaftarkan mereka sebagai penerima PKH.

Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.

INFORMASI TERKAIT