RS Rujukan Pemprov Diusulkan Terima Pasien Ibu Hamil Terindikasi Covid-19 Tanpa SISRUTE

Pasien Ibu Hamil
Ilustrasi Pasien Ibu Hamil. [Foto: TheAsianParent]

Makassar, SULSELSEHAT – Kasus yang menimpa ibu hamil bernama Ervina Yana (30) beberapa hari lalu, kini menyita perhatian publik, termasuk dari para praktisi kesehatan.

 

Pasalnya, apa yang terjadi pada ibu malang itu, selain dianggap telah mencederai rasa kemanusiaan, juga merupakan bentuk pengabaian terhadap hak atas kesehatan reproduksinya.

JANGAN LEWATKAN :

Karena itu semua pihak mesti mencari jalan keluarnya agar kejadian yang sama tidak terulang lagi di waktu mendatang.

Praktisi kesehatan di Makassar, dr Nur Surya Wirawan, mengusulkan agar pemerintah segera mengaktifkan rumah sakit rujukan Covid-19 untuk menerima pasien ibu hamil yang terindikasi Covid-19 tanpa melalui SISRUTE.

BACA:  HUT Pinrang ke-61, NA Ajak Masyarakat Berkontribusi Lawan Covid-19

Menurutnya, kejadian yang terus berulang seperti dialami oleh ibu Ervina Yana, adalah akibat lambatnya penanganan rumah sakit karena harus menunggu konfirmasi sistem rujukan online (SISRUTE).

“Pemprov perlu mengaktifkan RS rujukan Covid untuk menerima pasien bumil dengan PDP atau terkonfirmasi positif tanpa sisrute atau rujukan online, karena kejadian yang terus berulang adalah lambat penanganan karena menunggu confirm online,” kata dokter ahli anestesi itu, Kamis (18/06/2020).

Ia juga menyebut, meski di daerah ini cukup banyak rumah sakit bersalin yang bisa melayani ibu hamil, namun tidak semuanya memiliki fasilitas lengkap sesuai standar pelayanan untuk pasien Covid-19.

“Rumah sakit bersalin banyak belum ada fasilitas untuk layani bumil Covid dan (ini) bisa membahayakan nakes dan pasien lain. Jadi rumah sakit Pemprov yang rujukan harus siap,” jelas Aco, sapaan akrabnya.

BACA:  Gubernur Sulsel Siapkan Reward untuk RT/RW yang Keluar dari Zona Merah Covid-19

Untuk menyiasti agar pelayanan di RS rujukan Covid-19 milik pemerintah provinsi dapat berjalan dengan baik, ia menganjurkan agar segera disediakan container bertekanan negatif.

“Container yang didesain bertekanan negatif dapat dimanfaatkan sebagai ruang tindakan, ruang operasi, ruang perawatan isolasi, atau ruang intensif care Covid,” jelas alumni Kedokteran Unhas itu.

Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.

INFORMASI TERKAIT