9 Tips Aman Menggunakan Transportasi Umum Selama New Normal

Transportasi Umum New Normal

SULSELSEHAT – Pandemi Corona yang hingga kini masih belum usai, membuat masyarakat beralih ke fase new normal. 

 

Ya, work from home atau WFH mulai perlahan dihapus dan semua orang pun kembali beraktivitas seperti biasanya dengan penerapan aturan-aturan new normal di berbagai tempat umum.

JANGAN LEWATKAN :

Hal ini membuat kita kembali menjalani aktivitas di luar rumah. Bagi yang tidak memiliki kendaraan pribadi, kita tidak punya banyak pilihan lain selain menggunakan transportasi umum.

Khawatir akan risiko penularan virus corona di kendaraan umum selama fase new normal? Lakukan beberapa tips berikut ini:

1. Pastikan Kamu tidak Memiliki Gejala COVID-19

Beberapa gejala umum COVID-19 adalah demam, batuk kering, rasa sakit pada tenggorikan dan sesak napas. Saat bepergian menggunakan transportasi umum, pastikan bahwa Anda sehat dan tidak memiliki gejala COVID-19.

Hal ini tidak saja karena sebagian besar transportasi umum seperti kereta api, bus, MRT dan pesawat memiliki prosedur ketat untuk mencegah calon penumpang yang memiliki gejala COVID-19 masuk ke transportasi umum, misalnya dengan mengecek suhu badan.

Untuk transportasi umum jarak jauh misalnya, Anda juga harus menujukkan hasil rapid test bebas COVID-19.

BACA:  Bertambah 1 Lagi, Total Positif Covid-19 di Tana Toraja Sudah 7 Kasus

2. Gunakan Masker

Masker sudah menjadi salah satu hal wajib yang dikenakan selama fase new normal. Karena masker bedah lebih disarankan untuk digunakan oleh para tenaga medis dan mereka yang sedang sakit, maka masker kain pun menjadi pilihan bagi mereka yang sehat untuk beraktivitas sehari-hari.

Selalu gunakan masker jika Anda keluar rumah, terutama saat berada di dalam transportasi umum karena biasanya akan ada banyak orang dalam satu ruangan dan pastikan Anda tidak melepaskan masker Anda saat berada di kerumunan.

3. Selalu Bawa Hand Sanitizer 

Pencegahan virus corona dapat dilakukan secara efektif dengan cara rajin mencuci tangan, karena virus dan bakteri dapat mati dengan sabun cuci tangan.

Akan tetapi, karena sabun dan air tidak selalu ada di sekitar kita, maka langkah praktis yang dapat Anda lakukan adalah membawa hand sanitizer dan menggunakannya sesudah Anda menyentuh sesuatu yang sudah disentuh orang lain atau sebelum menyentuh wajah Anda.

Terutama saat menggunakan transportasi umum, Anda akan sering memegang benda yang digunakan bersama dan terdapat risiko droplets atau cairan bersin dan batuk dari orang lain.

Pilih hand sanitizer dengan kandungan alkohol setidaknya 60% agar efektif membunuh kuman dan virus.

4. Semprotkan Cairan Disinfektan Bila Perlu

Kita tidak pernah tahu jika benda yang kita sentuh selama menggunakan transportasi publik bersih dari virus atau tidak. Sebagai solusi, Anda dapat menyemprotkan cairan disinfektan pada permukaan benda tersebut maupun mengelapnya.

BACA:  Masih Pandemi, WHO Minta Arab Saudi Tunda Haji 2020

Anda dapat memilih cairan disinfektan dalam bentuk botol spray yang praktis atau tisu basah yang mengandung disinfektan. Beberapa benda seperti tempat duduk, pegangan tangan pada kursi dan lain sebagainya dalam menjadi media penularan virus sehingga dengan menggunakan cairan disinfektan, risiko penularan pun dapat dikurangi.

Pastikan cairan disinfektan yang Anda gunakan mengandung bahan yang aman jika bersentuhan pada kulit.

5. Selalu Menjaga Jarak

Selama fase new normal, kita harus tetap menjaga jarak yang aman dengan orang lain atau yang biasa disebut dengan social distancing. Jarang yang aman adalah minimal satu meter.

Terutama saat menggunakan transportasi umum yang digunakan banyak orang, Anda perlu selalu memperhatikan jarak Anda dan orang lain.

Baik jika Anda duduk maupun berdiri, beri jarak setidaknya satu meter dengan orang lain untuk mencegah penularan virus corona.

6. Tidak Sering Berbicara dengan Orang Lain

Seperti yang kita tau, virus corona menular melalui cairan yang keluar dari mulut saat kita bersin, batuk maupun berbicara. Meskipun Anda sudah menggunakan masker, cairan dari mulut tetap berpeluang untuk jatuh ke tempat lainnya.

Membatasi berbicara dengan orang lain saat berada di dalam ruang transportasi publik sebaiknya Anda lakukan untuk mengurangi risiko penularan COVID-19.

BACA:  Cegah Klaster Baru Covid-19, Disdukcapil Makassar Himbau Pemohon KTP Ambil Nomor Antrian Online

7. Gunakan Pembayaran Non Tunai

Uang kertas maupun koin dalam menjadi salah satu media penularan virus corona karena berpindah dari tangan satu orang ke orang lainnya.

Oleh sebab itu, sebaiknya ganti pembayaran Anda menggunakan non tunai, seperti kartu dan aplikasi uang elektronik.

8. Membawa Helm Sendiri

Saat menggunakan transportasi motor umum, pengemudi biasanya memberikan kita helm. Namuna demikian, perlu diketahui bahwa helm tersebut adalah helm umum yang digunakan para penumpang lainnya.

Sebaiknya bawa dan kenakan helm sendiri agar terjamin kebersihannya. Namun jika tidak, minimalisir kemungkinan helm umum tercemar virus dengan cara menyemprotkan cairan disinfektan.

9. Pilih Waktu yang Tepat

Transportasi umum biasanya banyak digunakan pada jam-jam tertentu, seperti jam berangkat dan pulang kantor. Jika memungkinkan, sebaiknya hindari menggunakan transportasi umum di jam-jam ramai karena banyaknya jumlah orang dan risiko jarak yang tidak aman antara satu penumpang dan penumpang lainnya.

Itulah beberapa tips aman menggunakan transportasi umum di fase new era. Menggunakan transportasi pribadi memang merupakan langkah terbaik untuk mencegah penularan COVID-19, namun Anda tetap dapat menjaga dan memperhatikan langkah-langkah aman apa yang dapat dilakukan agar senantiasa terhindari dari virus corona.

Semoga bermanfaat.

Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.

INFORMASI TERKAIT