Dalam Sebulan, 4 Dokter di Makassar Gugur Akibat Covid-19

Tenaga Kesehatan dalam Masa Pandemi Covid-19
Ilustrasi Tenaga Kesehatan dalam Masa Pandemi Covid-19. PB IDI melaporkan 37 orang dokter meninggal dunia akibat Covid-19, Senin (15/06/2020).

Makassar, SULSELSEHAT.COM — Wabah Covid-19 kini semakin mengkhawatirkan karena telah banyak merenggut nyawa para tenaga medis. Khusus di Makassar, pada Desember 2020 lalu saja, 4 orang dokter gugur akibat terpapar virus tersebut.

Dari data yang dihimpun Sulselsehat.com, keempat tenaga dokter tersebut masing-masing adalah Prof. Dr. dr. A Halim Mubin, SpPD-KPTI, guru besar penyakit dalam FK Unhas yang gugur pada 4 Desember 2020.

JANGAN LEWATKAN :

Kemudian Dokter Spesialis Jiwa RS Faisal Makassar Dr. dr. H. M. Faisal Idrus, Sp. KJ (K), gugur pada 12 Desember 2020.

BACA:  Pemkab Bulukumba Buka Aktivitas Sekolah di Tengah Pandemi Covid-19, NA: Tunggu Kajian Epidemiolog

Selanjutnya dr. Leonard Hasudungan dan dr. Robert Vincentius Philips yang berpulang pada 23 Desember 2020.

Yang terakhir adalah Direktur Sumber Daya Manusia dan Pelayanan Medis Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Ananda Makassar dr. Nasriyadi Nasir yang gugur pada 29 Desember 2020.

“Tentunya ini menjadi kabar duka yang sangat mendalam, khususnya bagi keluarga besar IDI Makassar karena banyaknya rekan sejawat yang gugur karena Covid-19 yang semakin ganas,” kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar, dr. Siswanto Wahab, Jumat (1/1/2021).

Ia berharap agar kejadian ini bisa menyadarkan masyarakat agar tidak menganggap remeh persoalan Covid-19. Apalagi di Kota Makassar yang saat ini tingkat penyebarannya lebih massif.

BACA:  Sekprov Sulsel Lantik Sepuluh Pejabat Fungsional RSUD Sayang Rakyat

“Kami harap masyarakat agar tetap waspada serta disiplin pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan,” katanya.

Tingginya penularan Covid-19 di Indonesia juga bisa dilihat dari rasio kasus positif harian yang mencapai  24,2 persen. Sementara rasio kasus positif dalam sepekan mencapai 18,3 persen.

Rasio kasus positif ini jauh lebih tinggi dari ambang maksimal yang disarankan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 5 persen. Begitu pun kasus aktif di Indonesia juga terus meningkat secara signifikan, yaitu 40 persen selama Desember dibandingkan dengan sebelumnya.

Berdasarkan data terakhir yang dihimpun Pengurus Besar IDI sepanjang kasus Covid-19 sebanyak 10 dokter di Sulawesi Selatan yang gugur akibat Covid-19.

BACA:  Cegah Klaster Pilkada, Pemkot Makassar Siap Berlakukan Protkes Ketat

Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.

INFORMASI TERKAIT