Membagi Beban Kota Makassar Menghadapi Covid-19

Ilustrasi virus corona atau Covid-19.
Ilustrasi virus corona atau Covid-19.

Oleh: Dr. Irwandy (Ketua Dept. Manajemen Rumah Sakit FKM Unhas)

 

Salah satu program andalan Pemerintah Provinsi untuk menekan angka penularan Covid-19 di Provinsi Sulawesi Selatan adalah Program Wisata Duta Covid-19.

JANGAN LEWATKAN :

Harus diakui, hingga saat ini kebijakan ini telah berhasil “menunda” terjadinya kelebihan kapasitas fasilitas pelayanan kesehatan di Provinsi Sulawesi Selatan.

Program ini dirancang untuk mengkarantina secara terpusat warga Sulawesi Selatan yang terinfeksi Covid-19 dimana kondisi penderita belum memerlukan perawatan lanjut di rumah sakit. Mereka ditempatkan dibeberapa hotel yang ada di Kota Makassar.

Sebuah kebijakan dibuat pada hakeketnya bertujuan untuk mengatasi sebuah permasalahan yang terjadi. Namun yang harus dipahami bahwa masalah yang berusaha diatasi oleh sebuah kebijakan tidak bersifat statis.

Masalah itu terus berubah bahkan dapat berkembang dengan cepat. Karena itu solusi yang dirancang dalam bentuk kebijakan diharapkan dapat bergerak melebihi kecepatan perubahan masalah yang berusaha diatasi.

Selanjutnya yang harus dipahami pula bahwa sebuah kebijakan tidak akan dapat mengatasi suatu masalah tanpa menimbulkan sebuah permasalahan baru atau dampak yang timbul.

BACA:  Puskesmas Diminta Tingkatkan Sosialisasi PHBS ke Masyarakat

Dunia ini tidak seindah tagline salah satu BUMN sektor keuangan di Indonesia yakni “mengatasi masalah tanpa masalah”. Suatu kebijakan tidak akan bisa se-ideal itu.

Karena sifat alaminya tersebut, para pengambil kebijakan dituntut untuk dapat melakukan prediksi terhadap perubahan atau dampak yang ditimbulkan pada saat melakukan formulasi kebijakan dan diharapkan dapat meminimalkannya.

Dan pada akhirnya jika suatu kebijakan telah menemui banyak permasalahan baru atau mendatangkan masalah baru, maka sudah saatnya kebijakan tersebut dikembangkan.

Mari kita melihat kebijakan sistem rujukan Covid-19 oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Menghadapi permasalahan yang berkembang sangat dinamis bahkan cenderung luar biasa yakni pertambahan jumlah kasus Covid-19 yang tidak terkontrol, kebijakan rujukan ini diuji.

Walaupun tidak seratus persen, saat ini para penderita dari kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan mayoritas akan dirujuk ke Kota Makassar, baik yang akan masuk program wisata duta Covid-19 atau yang akan mendapat perawatan di Rumah Sakit Rujukan di Kota Makassar.

Hingga tulisan ini ditulis, kapasitas tempat tidur karantina hotel dan rumah sakit di Kota Makassar mungkin masih cukup untuk menampung, tapi pertanyaan selanjutnya adalah sampai kapan?

BACA:  PD Pasar Makassar Perkuat Penerapan Protkes Bagi Pedagang dan Pembeli

Ini mengkhawatirkan karena trend angka pertumbuhan kasus di Provinsi Sulawesi Selatan terus meningkat, tidak hanya di Kota Makassar, namun beberapa daerah kabupaten kota sepertinya mulai mengalami pertumbuhan yang signifikan, hal ini ditunjukkan dengan angka reproduksi kasus pada beberapa kabupaten malah lebih tinggi dibanding pusat epicenter yakni Kota Makassar.

Gejala-gejala kewalahan mulai dirasakan dan terlihat. Beberapa rumah sakit di Kota Makassar mulai penuh atau tidak dapat lagi menampung jumlah penderita.

Kapasitas Hotel tempat Karantina di Kota Makassar juga mulai menipis. Dari enam hotel yang disiapkan, data per tanggal 30 Juni dua hotel telah penuh dan hanya tersisa 46 Kamar secara keseluruhan.

Belum kita berbicara dampak “impor pasien” dari berbagai daerah tersebut secara tidak langsung akan berdampak pada peningkatan beban kerja tenaga yang pada akhirnya dapat berujung pada kejadian infeksi maupun kematian. Resiko penularan dalam proses mobilisasi pasien dari daerah ke Kota Makassar mungkin juga dapat terjadi.

Kita harus belajar dari pengalaman Kota Surabaya, dimana mereka saat ini sangat kewalahan menghadapi jumlah ledakan kasus dan pasien yang juga banyak berdatangan dari luar Kota Surabaya dan memenuhi tempat tidur rumah sakit di Kota tersebut.

BACA:  Pemkot Makassar Masih Enggan Bubarkan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19

Pemerintah Provinsi saat ini harus mulai menghitung dan menyusun langkah-langkah untuk membagi beban Kota Makassar. Beban harus mulai dibagi secara proporsional dan Kabupaten/Kota saat ini harus mulai disiapkan.

Langkah penyiapan ini penting, karena jangan sampai kebijakan baru nanti hanya akan menambah masalah baru di daerah jika mereka tidak dipersiapkan dengan matang.

Saat ini pemerintah tidak boleh menunggu atau akan terlambat. Penambahan dan penyiapan rumah sakit rujukan di luar Kota Makassar dan pengembangan program Duta Wisata Covid-19 pada berbagai daerah kabupaten/kota menjadi hal yang harus dipersiapkan sebelum masalah menjadi terlalu besar untuk dikendalikan.

Permasalahan Covid-19 yang kita hadapi saat ini sangat dinamis dan sulit diprediksi, namun karena itulah kebijakan yang dinamis juga dibutuhkan, untuk meminimalisasi ketidakpastian tersebut.

Pengambilan kebijakan yang cepat berdasarkan data yang akurat di waktu yang tepat menjadi kunci keberhasilan melewati masa-masa sulit ini.

Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.

INFORMASI TERKAIT