Catatan Ringan Pengelolaan Covid-19

Covid Pandemi
Ilustrasi Pandemi Covid-19 (Foto: AyoSemarang.com)

SULSELSEHAT – Masyarakat tak perlu dipersalahkan dalam memandang Covid-19. Apakah menganggapnya sebagai konspirasi, virus berbahaya atau sekedar bisnis.

 

Toh semua informasi demikian sudah berseliweran di berbagai portal informasi ataupun media sosial. Situasi ini pun tentu disadari oleh pemerintah meskipun terkadang dalam praktiknya biasanya terlambat dalam mengambil terobosan berupa tindakan.

JANGAN LEWATKAN :

Memang ini situasi yang baru dan semuanya tak pernah ada dalam prediksi tetapi seiring perjalanan waktu, bukan lagi sesuatu yang baru. Harus dihadapi.

Tenaga kesehatan seharusnya tidak dibiarkan berjalan sendirian, sebab masalah Covid-19 bukan hanya persoalan urusan medis tetapi juga masalah manajemen pemerintahan, penanganan pandemi, psikologis, dinamika sosial dan ekonomi bahkan politik. Termasuk tentu saja memberikan kesempatan dan mendengarkan ahli virus atau virologi. Menjadi problem multidimensi.

BACA:  75 Nakes Positif Covid-19 di RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar

Sayangnya selama lebih 3 bulan, problem akut pemerintahan berupa koordinasi dan pengelolaan informasi belum berjalan dengan efektif. Implikasinya inovasi kebijakan dan pelayanan tidak responsif atas situasi yang berkembang.

Pemerintah juga membiarkan masyarakatnya larut dalam pengambilan keputusan masing-masing atas informasi yang berseliweran dan pengalaman masing-masing keluarga atau korban. Tragis bagi tenaga medis yang bekerja saban hari termasuk kepungan-kepungan komentar dari masyarakat. Mereka dibiarkan bekerja sendirian.

Ada yang bilang bahwa sebuah masalah 80% penyelesaiannya adalah komunikasi selanjutnya 20% adalah penanganan masalah tersebut secara langsung.

Melirik kinerja pemerintah, nampaknya pengelolaan komunikasi selama ini hanya dimaknai sebagai penyampaian informasi jumlah korban saja dari waktu ke waktu sekaligus mengingatkan protokol Covid-19. Informasinya berjalan satu arah tanpa pernah melihat masalah-masalah detail yang berkembang di masyarakat baik melalui media sosial, layanan kesehatan maupun dalam berbagai interaksi antar masyarakat pada berbagai lapisan sosial.

BACA:  Pemkab Gowa Siapkan Santunan Rp15 Juta untuk Pasien Covid-19 Meninggal Dunia

Pada akhirnya, menurut saya untuk pembenahan penanganan Covid-19 ada beberapa hal yang perlu diupayakan oleh pemerintah yakni:

Pertama, pengelolaan informasi yang baik dan terintegrasi dimana semua informasi yang beredar di masyarakat pemerintah harus memberikan kepastian mana yang benar dan mana yang salah, serta memanfaatkan semua kanal-kanal informasi untuk menyampaikan pesan-pesan tersebut disertai inovasi yang menarik.

Kedua, menerapkan transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana Covid-19 baik di layanan kesehatan sampai penguburan. Seterang-terangnya kepada masyarakat, agar kepercayaan dapat dipulihkan bahwa memang pemerintah benar-benar bekerja dalam menangani pandemi termasuk setiap pemimpin pemerintahan konsisten dalam menjalankan peraturan yang ada.

Ketiga, memperkuat koordinasi antar sektor, antar tingkatan pemerintahan dan organisasi masyarakat sipil, sebab menangani pandemi dibutuhkan kolaborasi yang apik antar semua elemen.

BACA:  Lansia yang Mau Divaksin Covid-19 Bisa Daftar Secara Online, Ini Alamat Webnya

Penulis: Siswan Tiro (Pengurus Masika ICMI Orda Makassar)

Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.

INFORMASI TERKAIT