Ini Hubungan Bacaan Basmallah dengan Sel Saraf Menurut dr Aisyah Dahlan

Ilustrasi kerja sistem saraf pada manusia.
Ilustrasi kerja sistem saraf pada manusia.

Makassar, SULSELSEHAT.COM — Dokter sekaligus praktisi Neuro Parenting Skill dr. Aisyah Dahlan hadir sebagai narasumber pada kajian virtual yang digelar Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (17/03/2021).

Dalam pertemuan yang dihadiri sekitar 100 orang ini, dr. Aisyah membahas terkait hubungan membaca lafaz Bismillahirrahmanirrahim atau Basmallah dengan fungsi sel saraf.

JANGAN LEWATKAN :

Ia mengatakan, tubuh manusia memiliki sel saraf yang berjumlah kurang lebih 100 miliar.

Dengan membaca basmallah saat memulai pekerjaan atau aktivitas lainnya secara langsung terjadi koneksi ke sel saraf dan kelenjar pituitary atau organ kecil yang berada di bawah otak.

BACA:  Ketua PKK Sulsel Minta Keluarga Penuhi Gizi Anak Saat Menjalankan Puasa

Kelenjar pituitary ini bertugas menghasilkan hormon yang membantu mengendalikan banyak proses dan fungsi organ pada tubuh.

“Pentingnya melafazkan nama Allah dengan sungguh-sungguh. Seperti saat membaca basmallah, terkoneksi jalan ke sistem saraf dan kelenjar pituitery, ke sel-sel tubuh atau kelenjar pituitery ini akan menimbulkan hormon kasih sayang dan cinta,” jelasnya.

Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin ini menyebutkan, bacaan Basmallah memiliki lima hukum syar’i yakni Basmallah yang wajib, Basmallah yang disunahkan, Basmallah yang mubah, Basmallah yang makruh dan Basmallah yang haram.

“Saya mengakui bahwa luar biasanya manfaat bacaan Basmallah. Bahkan dianjurkan mengajarkan anak-anak sedari dini membaca Basmallah. Maka seumur hidupnya anak itu baca Basmallah, amal jariyahnya untuk kita semua. Ilmu yang bermanfaat, amal salehnya ke kita. Bahkan Al-Qur’an bisa menstimulasi sel syaraf anak-anak berkebutuhan khusus,” terangnya.

BACA:  PKK Sulsel Dorong Peran Orangtua Prioritaskan Tumbuh Kembang dan Kesehatan Anak

Selain itu untuk membangkitkan gen yang tidur dalam tubuh juga dapat dilakukan dengan memperbanyak dzikir. Hal ini akan berdampak positif pada suasana emosi, pikiran dan perasaan.

“Inti dari hakikat manusia yang terukir dalam gen adalah hidup untuk orang lain. Makanya kalau kita bantu orang lain, nyala gen kita,” tutup dr. Aisyah.

Sementara, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel Naoemi Octarina mengungkapkan, kajian virtual ini menjadi ajang untuk membangun silaturahmi, komunikasi yang baik, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan seseorang.

“Semoga dalam kondisi pandemi ini, dengan beraktivitas di rumah, kita bisa mengisi rohani, meningkatkan iman dan takwa melalui kajian ilmu agama.”

“Kami juga berharap, dengan kebiasaan membaca Basmallah bisa dimulai dari kecil untuk anak-anak. Serta ilmu yang didapatkan bisa disimak dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

BACA:  PKK Sulsel Dorong Peran Orangtua Prioritaskan Tumbuh Kembang dan Kesehatan Anak

Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.

INFORMASI TERKAIT