Transmisi Lokal Disebut Jadi Penyebab Peningkatan Pasien Positif Covid-19 di Sulsel

Covid

Makassar, SULSELSEHAT – Peningkatan penyebaran kasus baru positif virus corona atau Covid-19 di Sulawesi Selatan setiap harinya cukup besar.

Tercatat dua hari berturut-turut angka positif Covid-19 di Sulsel berada diatas 100 orang. Misalnya pada Senin, 23 Juni 2020 tercatat kasus baru positif sebanyak 111 kasus, sementara pada Selasa, 24 Juni tercatat 154 kasus.

JANGAN LEWATKAN :

Laju peningkatan penyebaran ini pun dipengaruhi oleh faktor transmisi lokal atau penyebaran virus tersebut bukan lagi dibawa dari masyarakat yang telah memiliki riwayat perjalanan dari luar kota/kabupaten, tetapi sudah dari masyarakat ke masyarakat lokal sekitarnya.

BACA:  Polres Gowa Manfaatkan Operasi Zebra 2020 untuk Bagi Masker dan Vitamin

“Perkembangan penyebaran saat ini bukan lagi dipengaruhi dari cluster tapi transmisi lokal,” tegas Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sulsel dr Syafri Kamsul Arif kepada Sulselsehat.com, Rabu (24/6).

Olehnya, ia menilai potensi Orang Tanpa Gejala (OTG) dalam menyebarkan virus saat ini sangat besar.

“Jika awal-awal pandemi memang masih dibedakan dari cluster, tapi saat ini tidak bisa lagi. Sehingga bagaimana memutus penyebaran Covid-19 ini yaitu dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan,” ujarnya.

Menurutnya, pencegahan Covid-19 ini harus dilakukan mulai dari reseptor dalam tubuh kita, melalui mata, mulut dan hidung. Makanya diperintahkan menggunakan masker dan jaga jarak. Jika hal ini dilakukan maka sudah dua langkah proteksi yang telah dilakukan.

BACA:  1.000 Dosen dan Tendik Unhas akan Divaksin Covid-19

“Kita tidak tahu teman yang berada di sekitar kita itu OTG, makanya perlu proteksi dini secara ketat,” ujarnya lagi.

Ia menambahkan, edukasi ke tingkat masyarakat masih menjadi hal penting yang harus dilakukan dalam menekan laju penyebaran. Khususnya di dua daerah yang masuk dalam zona merah, terutama Kota Makassar melihat penyebaran terbesar saat ini masih berada di Makassar.

“70 sampai 80 persen representasi kasus baru positif Covid-19 dari Kota Makassar, makanya laju di daerah ini harus ditekan secara massif dengan langkah-langkah yang cepat. Saat ini bukan lagi cluster, tapi kita mencegah transmisi non cluster yang bisa saja sudah ada di dekat kita,” tutup dr Syafri yang juga Direktur Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin ini.

BACA:  Pemprov Sulsel Libatkan 1.000 Tokoh Agama dalam Penanganan Covid-19

Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.

INFORMASI TERKAIT