RSUD Sulthan Daeng Raja Kini Miliki Laboratorium dan Layanan Fisioterapi

Ilustrasi layanan fisioterapi di rumah sakit.
Ilustrasi layanan fisioterapi di rumah sakit.

Bulukumba, SULSELSEHAT.COM — Untuk meningkatkan layanan kesehatan di Kabupaten Bulukumba, Pemerintah Kabupaten Bulukumba telah melengkapi dengan gedung laboratorium dan fisioterapi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. A. Sulthan Daeng Radja.

Bupati Bulukumba Andi Sukri Sappewali mengatakan, perlunya melengkapi seluruh fasilitas layanan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat di rumah sakit daerah untuk menjamin bahwa pemerintah memberikan perhatian khusus pada sektor kesehatan.

“Sebagai rumah sakit Tipe B di regional selatan-selatan di Sulawesi Selatan, RSUD H. A. Sulthan Daeng Radja kita harapkan bisa menjadi pusat rujukan rumah sakit lainnya,” katanya, Kamis (11/2/2021).

Ia menyebutkan, pada 2017 lalu pemerintah daerah telah membangun Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang memenuhi Standar Pelayanan Minimum Kegawatdaruratan.

Hingga saat ini pada layanan IGD telah melayani pasien dengan fasilitas 40 tempat tidur, pelayanan IGD maternal, IGD umum, neonatal intensive care unit, serta pelayanan untuk kasus infeksi dan penyakit menular, dekontaminasi, apotik, radiologi serta laboratorium.

“Termasuk Gedung laboratorium dan fisioterapi ini,” ujarnya.

Sementara, Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi RSUD Sulthan Daeng Raja, dr. Anshory Sahlan, Sp. KFR(K) menjelaskan, di gedung baru tersebut salah satunya, terdapat instalasi rehabilitasi medis, selain instalasi laboratorium patologi klinik.

“Semoga dengan adanya gedung baru ini, tentunya dengan ruangan yang cukup luas, dilengkapi dengan peralatan untuk terapi dan termasuk alat-alat mobilitas fisik, gymnastic, hidroterapi, tentunya semua ini bisa menjadi bekal untuk kita menangani pasien-pasien,” jelasnya.

Sementara dalam pelayanannya menangani pasien pasca stroke, pasca operasi atau pasien-pasien yang tidak perlu melakukan tindakan operasi.

Sedangkan untuk Instalasi Rehabilitas Medik sumber daya manusianya terdiri dari tim dokter spesialis dan fisioterapis.

Dirinya,berharap bahwa pengembangan SDM penting untuk menambah wawasan. Termasuk pendidikan ke luar negeri yang pesat bidang fisioterapis nya maju.

“Jadi pengembangan SDM penting untuk menambah skill. Karena seperti sekarang fisioterapis kami hanya D3 sama D4. Jadi kalau bisa dapat kesempatan belajar di Jepang atau pendidikan di sana itu sangat bagus sekali,” tuturnya.

Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.

INFORMASI TERKAIT