Tembus 241 Kasus Covid-19, Pekan Depan Pemkab Bulukumba akan Berlakukan Sekolah Tatap Muka

Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali
Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali. (Foto: Humas Pemkab Bulukumba)

Bulukumba, SULSELSEHAT — Di tengah pandemi virus corona atau Covid-19, Pemerintah Kabupaten Bulukumba rencananya mulai memberlakukan aktivitas sekolah dengan sistem tatap muka. Sementara laju penularan masih terjadi, data terakhir jumlah kasus Covid-19 sebanyak 241 kasus.

Kebijakan sekolah dengan sistem tatap muka ini akan mulai diberlakukan pada minggu kedua Agustus 2020 mendatang. Mulai di tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

JANGAN LEWATKAN :

Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali mengatakan, untuk tahap pertama pembukaan SD, SMP dan sederajat dilakukan secara terbatas. Dimana kebijakan tersebut hanya di khususkan di wilayah Kecamatan Ujung Bulu.

BACA:  Tak Pakai APD Memadai, Relawan Banjir Bandang Lutra Rentan Covid-19

“Dengan pembukaan sekolah ini maka secara otomatis sistem pembelajaran atau belajar dari rumah secara online tidak berlaku lagi,” katanya dalam pernyataan resminya yang diterima Sulselsehat.com, Selasa (04/08/2020).

Lanjutnya, sebagai persiapan awal seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan wilayah Kecamatan Ujung Bulu akan di rapid test untuk menskrening penularan Covid-19. Selain itu pihaknya juga akan mengevaluasi keberlangsungan proses belajar mengajar di sekolah.

Artinya, jika dalam perkembangannya terjadi penularan Covid-19 maka kegiatan belajar mengajar di sekolah akan dihentikan secara langsung.

“Tapi jika kondisinya kita anggap aman, maka SD dan SMP di kecamatan lainnya akan kita rencanakan untuk segera dibuka,” ujarnya.

Sukri melanjutkan, dirinya pun telah meminta ke dinas pendidikan dan kebudayaan untuk mempersiapkan rencana pembukaan sekolah. Termasuk kesiapan sekolah dalam menerapkan standar protokol kesehatan sesuai aturan yang telah ditetapkan.

BACA:  Penuhi Kebutuhan Darah di Masa Pandemi Covid-19, Pemkab Gowa Lakukan Ini

“Kita berharap dengan dibukanya kembali sekolah, para siswa bisa mendapatkan pengajaran lebih maksimal dari guru-gurunya. Hanya saja kita meminta pengawasan kepada anak-anak dalam menerapkan protokol kesehatan dilakukan dengan baik,” harapnya.

Diketahui sejak Maret 2020 lalu, Pemkab Bulukumba mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan kegiatan belajar mengajar di tengah mewabahnya Covid-19.

Sementara, berdasarkan total kasus terkonfirmasi, 5 orang diantaranya meninggal dunia, kemudian 232 orang dinyatakan sembuh dan 4 orang yang masih dirawat atau melakukan isolasi mandiri.

Baca berita terbaru SulselSehat.com langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom.

INFORMASI TERKAIT