Bagikan 1,2 Juta Masker, Bupati Gowa Harap Kurva Penularan Covid-19 Turun

Pembagian masker
Pembagian masker yang dilakukan Pemerintah Kecamatan Pallangga menyasar masyarakat dan penggunaan kendaraan di Jalan Poros Pallangga, Rabu, (08/07/2020). (Foto: Istimewa)

Gowa, SULSELSEHAT — Dalam menekan laju penyebaran virus corona atau Covid-19, Gerakan Sejuta Masker menjadi salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Gowa.

Pada aksi ini pemerintah berhasil membagikan sebanyak 1,2 juta masker bagi seluruh masyarakatnya yang tersebar di 18 kecamatan yang ada. Baik di wilayah dataran rendah sebagai titik penyebaran Covid-19 terbanyak, maupun di wilayah dataran tinggi.

JANGAN LEWATKAN :

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengatakan, pihaknya optimis dengan berbagai langkah yang dilakukan dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Gowa, salah satunya melalui Gerakan Sejuta Masker tersebut dapat menurunkan kurva kasus Covid-19.

BACA:  Kemenkes Luncurkan Layanan Tele Sehat, Ini Manfaat dan Fungsinya

Baik pada peningkatan kasus positif yang tercatat hingga saat ini sebanyak 306 pasein, kemudian kasus Orang dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 555 orang dan Pasien dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 314 pasien.

“Kita berharap dengan adanya gerakan masker ini bisa menekan laju penularan. Kita tidak ada target, tapi ketika masyarakat patuh menggunakan masker, kami optimis bisa segera menurunkan tren penyebarannya,” katanya, Kamis, (09/07/2020).

Adnan melanjutkan, Gerakan Sejuta Masker ini pun mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Terbukti dengan banyaknya jumlah masker yang terkumpul selama penggalangan donasi di buka.

“Alhamdulillah gerakan kita ini mendapat respon yang positif. Banyak pihak yang mendukung langkah-langkah kami dalam menangani persoalan Covid-19 ini, salah satunya pada penerapan protokol kesehatan,” terangnya.

BACA:  Unhas Turunkan 65 Relawan Covid-19 Selama Pelaksanaan UTBK

Ia menegaskan, penanganan Covid-19 dapat dilakukan secara maksimal jika ada kesamaan gerakan antara pemerintah dan masyarakat, serta antara kabupaten/kota tetangga.

“Kesamaan gerakan bukan hanya antara Kabupaten Gowa, Maros, Takalar dan Kota Makassar tetapi dengan seluruh kabupaten/kota di Sulsel dalam menerapkan kebijakan yang selaras guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tegas Adnan.

Ia pun menyampaikan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah terlibat menyukseskan gerakan tersebut. Khususnya kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Gowa, TNI/Polri, mitra kerja pemerintah, pengusaha, organisasi, dan pihak-pihak lainnya.

“Tentunya semua ini dilakukan secara sukarela yang didasari dengan keikhlasan dan kepedulian kepada sesama. Termasuk sebagai bentuk dukungan mereka kepada pemerintah dalam menekan penyebaran Covid-19 di daerah kita,” katanya.

BACA:  AS Kirim Ventilator Covid-19 untuk Perawatan Pasien di Rumah Sakit

Sebelumnya, Mendagri RI Tito Karnavian mengaku bangga dengan respon cepat yang dilakukan Bupati Gowa.

Sehingga gerakan ini pun diharapkan dapat dilakukan seluruh kepala daerah lainnya yang ada di Indonesia, melihat persoalan Covid-19 bukan hanya dihadapi beberapa kabupaten/kota saja, tetapi seluruh daerah yang ada.

“Covid-19 telah menjadi permasalahan dunia, termasuk di Indonesia. Jika kepala daerahnya responsif seperti Bapak Adnan ini maka saya optimis kita dapat menekan angka penyebaran Covid-19 dengan cepat,” ujarnya.

Banyaknya masker yang dibagikan dalam memutus mata rantai penularan Covid-19 ini pun berhasil membawa Pemkab Gowa meraih penghargaan dunia dari Museum Rekor Indonesia (MURI).

Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.

INFORMASI TERKAIT