Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua untuk Nakes RSWS Makassar Rampung Pekan Depan

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19
Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi seluruh tenaga kesehatan di RSWS Makassar.

Makassar, SULSELSEHAT.COM — Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dosis kedua bagi tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar ditargetkan akan rampung pada 16 Februari.

Humas RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar Auliya Yamin mengatakan, proses vaksinasi Covid-19 untuk tahap atau dosis pertama telah diberikan kepada tenaga kesehatan sejak 22 Januari 2021 lalu.

JANGAN LEWATKAN :

Sementara untuk pemberian vaksin pada dosis kedua ditargetkan rampung pada 16 Februari 2021 mendatang.

“Saat ini mulai berlangsung pemberian vaksin dosis kedua,” katanya saat dikonfirmasi, Rabu (10/2/2021).

BACA:  Angka Positif Covid-19 di Sulsel Semakin Meningkat, Hari Ini Tercatat 195 Kasus Baru

Ia menyebutkan, jumlah tenaga kesehatan yang tercatat pada Sosialisasi Aplikasi Sistem Informasi SDM Kesehatan (SiSDMK) RSWS Makassar sebanyak 2359 orang.

Hanya saja untuk jumlah tenaga kesehatan yang akan divaksin berdasarkan jumlah yang telah memenuhi syarat untuk menerima vaksin.

“Tapi tentu ada tenaga kesehatan yang mendapatkan vaksin di tempat lain, ada juga yg tidak memenuhi kriteria sebagai penerima vaksin,” ujarnya.

Menurutnya, vaksinasi Covid-19 perlu mendapat dukungan, termasuk dari seluruh tenaga kesehatan. Hal ini sebagai upaya mengurangi transmisi/penularan Covid-19 yang telah dicanangkan oleh pemerintah di 2021 ini.

Sebelumnya, Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar Prof. dr. Mansyur Arif mengungkapkan, vaksinasi ini sebagai langkah untuk mengurangi resiko penularan Covid-19 karena adanya antibodi, sehingga membentuk kekebalan pada tubuh seseorang.

BACA:  Terus Bertambah, Dokter Meninggal Karena Covid-19 Kini Tembus 100 Orang

“Namun yang pernah terkonfirmasi positif Covid-19 tidak perlu lagi untuk divaksin karena secara otomatis sudah terbentuk antibodinya,” tuturnya.

Prof. Mansyur menambahkan jika banyak rumor atau hoaks yang beredar di masyarakat terkait bahaya vaksinasi, untuk itu diperlukan edukasi yang baik.

“Edukasi sangat penting untuk kita sampaikan bahwa masyarakat tidak perlu takut untuk divaksin, karena vaksin ini aman dan halal,” tegasnya.

Menurutnya berdasarkan pengalaman pihak penerima vaksin, mereka rata-rata tidak merasakan adanya gejala atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Hal ini ditinjau dari observasi selama 30 menit setelah dilakukan vaksinasi.

Baca berita terbaru SulselSehat.com langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom.

INFORMASI TERKAIT