RSUD Prof Anwar Makkatutu Bantaeng Telah Dilengkapi CT Scan 32 Slice

Ilustrasi rumah sakit khusus perawatan kanker
Ilustrasi rumah sakit khusus perawatan kanker. (Foto: redaksiindonesia.com)

Bantaeng, SULSELSEHAT.COM — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. dr. H. M. Anwar Makkatutu di Kabupaten Bantaeng telah berdiri sejak 1921 lalu.

Meski terbilang rumah sakit yang cukup tua, pelayanan kesehatan yang disiapkan selalu mengikuti perkembangan alat kesehatan masa kini.

Selain itu juga didukung dengan renovasi sebagai upaya pengembangan layanan untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan masyarakat akan layanan kesehatan yang berkualitas dan paripurna.

“Hingga saat ini fasilitas layanan kesehatan terus didorong agar tetap berkualitas dan paripurna. Termasuk pada alat-alat kesehatan yang digunakan,” kata Direktur RSUD Prof. dr. H. M. Anwar Makkatutu dr. Sultan, Senin (15/2/2021).

Misalnya, saat ini rumah sakit tersebut telah dilengkapi 14 layanan kesehatan dengan teknologi mutakhir dan canggih. Seperti alat CT Scan yang dimiliki adalah CT Scan 32 slice, sementara pada umumnya rumah sakit tipe B di wilayah selatan-selatan Sulawesi Selatan hanya memiliki ST scan 16 slice.

“Kemudian kita juga ada layanan Onkologi untuk pemeriksaan tumor. Kita juga ada fasilitas pendukung pelayanan mata dengan menggunakan laser dengan fisioterapi dengan alat lengkap dan penunjang lain seperti yang ada di Kota Makassar,” katanya lagi.

Sementara, untuk tenaga dokter maupun dokter spesialis saat ini rumah sakit yang berlokasi di Jalan Teratai Pantai Seruni ini memiliki dua tenaga dokter subspesialis dan 17 tenaga dokter spesialis, tujuh dokter umum dan dua dokter gigi, serta dua tenaga dokter gigi spesialis.

Lanjutnya, untuk mengikuti aturan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) yang harus menyiapkan 20 persen tempat tidur (bed) dari seluruh jumlah bed telah dipenuhi rumah sakit dengan menyiapkan 40 bed.

Kemudian, di bagian bangunan baru sebagai tempat transit yang berada di lantai 6 menyiapkan 20 bed.

“Kami siapkan juga ICU dan kamar operasi. Khusus pasien yang terkonfirmasi. Jadi memang ada pelayanan khusus pasien yang terpapar Covid-19 dan pasien yang bukan Covid-19 juga mendapatkan pelayanan dari rumah sakit ini,” tutupnya.

Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah saat melakukan kunjungan di rumah sakit mengungkapkan, sejak hadirnya rumah sakit tersebut hingga saat ini terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, dan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat.

“Rumah sakit milik Pemkab Bantaeng ini senantiasa berusaha mempersiapkan diri dan melakukan berbagai upaya pengembangan layanan untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Kemudian pada 2010 lalu pihaknya melakukan pengembangan fisik gedung rumah sakit dengan membangun rumah sakit berlantai delapan. Pengembangan pembangunan ini pun dilakukan hingga saat ini.

“Rumah sakit ini sudah paripurna, sumber daya manusia pun kita kembangkan. Misalnya sebanyak 17 dokter umum disekolahkan untuk mengambil sekolah ahli (spesialis),” ungkapnya.

Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.

INFORMASI TERKAIT