Lewat “Saskia”, Pemkab Bantaeng Pacu Penurunan Angka Kematian Ibu dan Anak

Gambar Gravatar
Ilustrasi kematian ibu dan anak.
Ilustrasi kematian ibu dan anak.

Bantaeng, SULSELSEHAT.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng melakukan inovasi dalam bidang kesehatan khususnya dalam rangka menekan angka kematian ibu dan anak.

Inovasi yang dilakukan dengan membuat program Satu Bendera, Satu Sasaran Ibu dan Anak (Saskia).

Inovasi ini pun mendapatkan apresiasi dari Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman saat melakukan kunjungan kerja.

Bupati Bantaeng Ilham Azikin mengatakan, Inovasi Saskia berasal dari Puskemas Sinoa dengan target sasaran untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak.

“Wilayah kerja Puskesmas Sinoa yang menjadi tempat penerapan Saskia menaungi empat desa yang terdiri dari 31 dusun,” katanya, Rabu (3/3/2021).

Ia menjelaskan, setiap dusun memiliki satu bidan desa berstatus non Aparatur Sipil Negara (ASN). Mereka pun ditempatkan sesuai domisili.

“Hanya saja 90 persen bidan yang terlibat itu mengabdi di kampungnya sendiri selebihnya diambil dari luar. Kita juga berusaha agar bidan yang bekerja ini bisa mendapatkan intensif,” ujarnya.

Sebelumnya, Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengaku tertarik dengan Inovasi Saskia ini. Dirinya menilai, inovasi ini merupakan bendera penanda pada kesehatan ibu dan anak yang dilakukan Puskesmas Sinoa.

“Tentu kami apresiasi atas inovasi Pemkab Bantaeng. Apalagi inovasi Bendera Saskia ini, ini bisa memantau ibu hamil, sehingga mencegah resiko kematiannya,” terangnya.

Dirinya pun mendorong pemerintah kabupaten/kota lainnya untuk terus berinovasi menghadirkan pelayanan yang memudahkan dan mendekatkan untuk masyarakat. Termasuk pada bidang kesehatan.

Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.

INFORMASI TERKAIT