32 Nakes di Takalar Positif Covid-19, Diduga Terjangkit Saat Rapid Test Warga

Ilustrasi Nakes Covid-19
Ilustrasi Nakes Covid-19.

Takalar, SULSELSEHAT – Sebanyak 32 orang tenaga kesehatan (nakes) yang sebagian besarnya bekerja di RSUD Haji Padjonga Daeng Ngalle Takalar, dinyatakan positif Covid-19.

Para nakes yang tertular virus Corona itu terdiri dari dokter, perawat, tenaga farmasi dan bidan. Ada pula tenaga kesehatan yang bekerja di ruang radiografi RSUD Padjonga Daeng Ngalle terpapar Covid-19.

JANGAN LEWATKAN :

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Takalar Syainal Mannan mengungkap penyebab para nakes di Kabupaten Butta Panrannuangku terinfeksi Corona. Kebanyakan dari mereka disebut tertular saat melakukan rapid test kepada warga.

BACA:  Kabar Baik! 961 Pasien Covid-19 di Makassar Dinyatakan Sembuh

“Nakes yang terkonfirmasi positif adalah kebanyakan yang berinretaksi langsung dengan pasien yang melakukan rapid tes atau swab,” ujar Syainal Mannan, Sabtu (20/6/2020), dikutip dari KabarNews.

Terinfeksinya puluhan nakes ini menambah daftar kasus positif Covid-19 di Takalar. Data per Jumat (19/6/2020), total ada 54 pasien positif Corona di daerah ini.

UGD RSUD Takalar Ditutup

Sebelumnya diberitakan, layanan IGD dan instalasi radiologi RSUD Takalar terpaksa ditutup sejak Kamis, 18 Juni 2020 lalu akibat banyaknya tenaga kesehatan yang terinfeksi Covid-19.

“Iya benar kami hari ini telah rapat manajemen rumah sakit  dan juga Dinas Kesehatan Takalar menyepakati penutupan sementara pelayanan IGD oleh karena banyak tenaga kesehatan yang positif,” kata Direktur RSUD Padjonga Daeng Ngalle dr Asriadi Ali, Kamis, (18/06/2020).

BACA:  TP PKK Gowa Bersama Dinkes Siapkan Swab Gratis untuk Perempuan

Asriadi mengatakan, penutupan sementara sebagai jalan terbaik untuk mencegah penularan yang lebih parah dan meluas. Apalagi, jika tenaga kesehatan menjadi sumber infeksi penularan virus berbahaya itu.

“Tentu kami tidak ingin tenaga kesehatan menjadi sumber infeksi sehingga izinkan kami melakukan tracing atau penelusuran ketat terhadap nakes di rumah sakit terutama yang kontak erat,” terang Asriadi.

Karena itu, untuk pasien yang membutuhkan pelayanan gawat darurat, Asriadi menyebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Takalar untuk mengoptimalkan pelayanan di Puskesmas. Dengan demikian, pelayanan kesehatan di Takalar tetap berjalan, hanya sementara terfokus di Puskesmas.

“Beginilah pola kerja fasilitas pelayanan kesehatan di era Covid, sementara kita maksimalkan pelayanan di Puskesmas,” kata Asriadi.

BACA:  14 Kasus Baru Positif Covid-19 di Gowa, Didominasi Warga Kecamatan Pattallassang

Ia menyarankan, agar tenaga kesehatan dan masyarakat umum serius menjaga diri dan keluarga dengan perilaku hidup bersih, physical distancing, dan menjaga sistem imun tubuh sebagai pertahanan tubuh melawan pandemik Covid-19 ini.

Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.

INFORMASI TERKAIT